Breaking

Danantara Sumbang Rp 120 Triliun ke APBN 2026, BUMN Diproyeksi Kian Cemerlang

RE
Sabtu, 29 Agustus 2026
Danantara Sumbang Rp 120 Triliun ke APBN 2026, BUMN Diproyeksi Kian Cemerlang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi setoran Danantara ke APBN 2026 mencapai Rp 120 triliun.

NAVIGASI.CO.ID — Keputusan untuk mengalihkan sebagian keuntungan Danantara ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 telah final. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi angka tersebut mencapai Rp 120 triliun dan akan masuk ke pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya. Kebijakan ini diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Sekitar Rp 120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden," ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Lompatan Setoran dari Holding Investasi Negara

Angka ini menjadi sorotan lantaran jauh melampaui rata-rata dividen BUMN yang biasa diterima negara sebelum era Danantara. Sebelum amandemen aturan BUMN tahun lalu, setoran dividen dari perusahaan pelat merah hanya berkisar Rp 90 triliun per tahun. Kini, dengan skema baru melalui Danantara, negara justru menerima tambahan pendapatan hingga Rp 30 triliun.

Purbaya menyambut baik lonjakan ini. Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa restrukturisasi BUMN di bawah payung Danantara mulai menunjukkan hasil nyata.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp 90 triliun dari dividen, kalau jadi Rp 120 triliun bagus, meningkat. Malah pemerintah enggak rugi, pendapatan malah nambah. Saya harap ke depan untungnya lebih besar lagi," kata dia.

Menjaga Defisit dan Menambah Ruang Fiskal

Tambahan pemasukan ini datang di saat pemerintah tengah berupaya mengendalikan defisit anggaran. Pada APBN 2026, defisit diproyeksikan melebar menjadi Rp 734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen PDB.

Dengan adanya setoran jumbo dari Danantara, pemerintah memiliki ruang napas lebih longgar. Dana tersebut tidak hanya berfungsi menambal defisit, tetapi juga menjadi bantalan fiskal untuk kebutuhan mendadak.

"Di antaranya itu (menjaga defisit APBN). Juga untuk cadangan kalau kami perlu pengeluaran lebih yang tak terduga," jelas Purbaya.

Proyeksi PNBP dan Defisit Tahun Depan

Meski setoran tahun ini terbilang besar, pemerintah masih belum bisa memastikan apakah kebijakan serupa akan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya. Dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027, target PNBP justru ditetapkan lebih rendah, yakni Rp 517,4 triliun. Angka ini terkoreksi sekitar 10 persen dari proyeksi APBN 2026 yang mencapai Rp 575,1 triliun.

Sementara itu, defisit RAPBN 2027 dirancang lebih ketat di angka Rp 671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Artinya, pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal meski ada tambahan pemasukan dari Danantara.

Kinerja positif ini menjadi modal berharga bagi Danantara untuk terus mengoptimalkan pengelolaan investasi BUMN. Semakin besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan pelat merah, semakin besar pula kontribusi yang bisa dikembalikan ke negara untuk pembangunan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua