Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Tanam Mangrove di Kuala Selat Inhil, Menteri LHK Targetkan Rehabilitasi 1.000 Hektare Pesisir Terabrasi

Menteri Lingkungan Hidup bersama rombongan menanam mangrove di Kuala Selat, Inhil, untuk merehabilitasi pesisir yang terabrasi.
Penulis: Yoga
Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:09:31 WIB

INDRAGIRI HILIR — Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat di Kuala Selat tercatat rusak akibat abrasi sejak 2021. Angka itu menjadi dasar pemerintah memastikan program pemulihan lingkungan tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menyentuh langsung pemulihan ekonomi warga.

Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Polda Riau menghadirkan sederet pejabat negara ke lokasi, mulai dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Menteri PPA/TPPO Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, hingga Bupati Inhil Herman. Turut hadir Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung dan sosiolog Robertus Robet.

Abrasi 2021: 1.700 Hektare Kebun Warga Hilang

Bagi masyarakat pesisir Kateman, abrasi bukan sekadar perubahan garis pantai. Ketika tanah perlahan ditelan air, kebun, sumber penghasilan, dan ruang hidup ikut terancam.

Kerusakan yang terjadi empat tahun lalu itu meninggalkan luka panjang. Penanaman mangrove pun menjadi prioritas utama dalam ekspedisi ini, bukan hanya sebagai tameng fisik, tetapi juga harapan baru bagi generasi berikutnya.

Kapolda Riau: Menjaga Mangrove Berarti Menjaga Manusia

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa ekspedisi ini merupakan ikhtiar menghadirkan negara hingga ke titik terluar. Ia menyebut persoalan lingkungan di pesisir tidak bisa dipisahkan dari persoalan sosial masyarakatnya.

"Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi," kata Herry.

"Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya," tegasnya.

Target Rehabilitasi: Dari 500 Hektare Menuju 1.000 Hektare

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut pemulihan di Kuala Selat sejalan dengan semangat Ekspedisi Merah Putih Presisi yang didorong Kapolri. Ia menyatakan komitmennya memastikan program ini berjalan masif dan terukur.

"Saya berkomitmen untuk ikut memastikan penanaman mangrove 500 hektare di tempat yang terabrasi. Mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare untuk ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan sekaligus pemulihan sosial ekonomi," ujarnya.

Bukan Sekadar Tanam: Warga Dilibatkan dalam Perawatan 3 Tahun

Program rehabilitasi ini dirancang berkelanjutan. Pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove selama tiga tahun ke depan diproyeksikan melibatkan masyarakat setempat.

Keterlibatan warga menjadi kunci agar bibit-bibit kecil yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh menjadi benteng alami pesisir. Akar mangrove yang kuat kelak menjadi ruang hidup berbagai biota dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kedatangan rombongan disambut Forkopimda, masyarakat, dan anak-anak sekolah yang sejak awal menanti di Kuala Selat. Bagi mereka, langkah kecil menanam bibit adalah awal dari kepastian untuk tetap tinggal dan menggarap tanah yang kini perlahan kembali pulih.

Reporter: Yoga