Breaking

489 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Catat 46 Titik dan Bengkalis Jadi Wilayah Terbanyak

SU
Jumat, 14 Agustus 2026
489 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Catat 46 Titik dan Bengkalis Jadi Wilayah Terbanyak
Petugas BMKG menunjukkan data sebaran 489 titik panas di Pulau Sumatera yang terpantau pada Jumat (14/8/2026).

PEKANBARU — Sebanyak 489 titik panas terpantau menyebar di Pulau Sumatera pada Jumat (14/8/2026). Untuk Provinsi Riau, BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat 46 titik yang tersebar di delapan kabupaten, menjadikan provinsi ini sebagai wilayah dengan potensi karhutla yang perlu diwaspadai di kawasan tengah Sumatera.

Kepulan asap atau panas dari permukaan bumi yang terdeteksi satelit ini terkonsentrasi paling banyak di Kabupaten Bengkalis. Wilayah pesisir timur Riau itu menyumbang 16 titik panas, disusul Kabupaten Pelalawan dengan 11 titik.

Bengkalis dan Pelalawan Mendominasi Sebaran Titik Panas

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira, merinci sebaran titik panas di Riau pada hari itu. Selain Bengkalis dan Pelalawan, Kabupaten Kampar serta Kuantan Singingi masing-masing tercatat 5 titik.

Wilayah lainnya mencatat jumlah lebih kecil, yakni Rokan Hulu 4 titik, Rokan Hilir dan Siak masing-masing 2 titik, serta Indragiri Hilir 1 titik. Yudhistira menegaskan data ini merupakan hasil pemantauan harian yang terus diperbarui.

"Untuk wilayah Sumatera terpantau sebanyak 489 titik panas. Di Provinsi Riau terdapat 46 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten," kata Yudhistira, Jumat (14/8/2026).

Bagaimana Kondisi Titik Panas di Provinsi Sumatera Lainnya?

Secara keseluruhan, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan titik panas terbanyak di Pulau Sumatera, mencapai 189 titik. Posisi berikutnya ditempati Lampung dengan 116 titik, jauh melampaui angka di Riau.

Provinsi lain yang turut terpantau antara lain Bengkulu 32 titik, Sumatera Utara 27 titik, Sumatera Barat 26 titik, dan Jambi 24 titik. Sementara itu, Bangka Belitung mencatat 20 titik, Aceh 7 titik, dan Kepulauan Riau 2 titik.

Data Titik Panas Jadi Indikator Potensi Karhutla

Yudhistira menambahkan bahwa pemantauan ini bukan sekadar angka, melainkan indikator awal untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Kondisi cuaca panas dan kering yang melanda sejumlah wilayah membuat potensi api cepat menyebar.

"Data titik panas ini menjadi salah satu indikator yang terus kami pantau untuk melihat potensi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah daerah dan masyarakat di Riau, khususnya di Bengkalis dan Pelalawan, meningkatkan kewaspadaan. Upaya pencegahan sejak dini dinilai lebih efektif ketimbang pemadaman saat api telah membesar.

Sumber: m.halloriau.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua