Breaking

Inggris Berpeluang Gabung Uni Eropa Lagi, Macron Respons Positif

RE
Kamis, 01 Oktober 2026
Inggris Berpeluang Gabung Uni Eropa Lagi, Macron Respons Positif

NAVIGASI.CO.ID — Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik pernyataan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang membuka peluang negaranya bergabung kembali dengan Uni Eropa. Dalam konferensi pers di Madrid, Macron menjawab dengan singkat: "Welcome back." Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez ikut menyatakan negaranya akan membuka pintu bagi Inggris.

"Jika Inggris ingin kembali dan jika perdana menteri bergerak ke arah itu, saya pikir itu kabar sangat baik, baik untuk negaranya maupun untuk orang-orang Eropa," ujar Macron dalam bahasa Prancis.

Sánchez menegaskan Spanyol akan menyambut setiap upaya Inggris untuk kembali ke blok tersebut. Dua pemimpin itu merespons pidato Burnham di konferensi Partai Buruh.

Pernyataan Burnham yang Membuka Debat Baru

Dalam pidatonya, Burnham menyebut Inggris tidak akan punya jalur yang jelas "sampai kita memutuskan hubungan jangka panjang dengan pasar terbesar kita." Ia menilai Brexit telah "lebih banyak merugikan daripada menguntungkan."

Dalam sejumlah wawancara, Burnham memaparkan empat opsi: mempertahankan status quo, mencari serikat pabean, kembali ke pasar tunggal, atau "melangkah penuh" menjadi anggota Uni Eropa.

Macron menyebut Inggris "selalu berguna dalam membantu kami menyederhanakan berbagai hal" saat masih menjadi anggota. Ia menilai Burnham "benar memiliki keberanian" mengangkat wacana ini.

Macron: Brexit Adalah Kebohongan Terbesar 30 Tahun Terakhir

Presiden Prancis itu kembali mengkritik para pendukung Brexit. Menurutnya, janji pertumbuhan ekonomi dan peluang dagang yang diumbar saat kampanye tidak pernah terwujud.

"Brexit adalah kebohongan terbesar dalam 30 tahun terakhir," kata Macron, dikutip dari pernyataannya di Madrid.

Ia juga mengingatkan batas keterlibatan Inggris jika tetap di luar blok. "Anda tidak bisa memilih di antara kebebasan-kebebasan Uni Eropa, juga tidak bisa mengambil yang menguntungkan dan meninggalkan sisanya. Jadi, kembalilah."

Respons Pejabat Uni Eropa dan Parlemen

Anggota Parlemen Eropa dari Italia, Sandro Gozi, menyebut pernyataan Burnham menghapus "garis merah" yang selama ini membatasi debat hubungan London-Brussels. Ia menginginkan Eropa merespons dengan keterbukaan serupa.

"Kita harus siap membalik halaman dan membangun kemitraan baru Uni Eropa-Inggris, menghapus hambatan yang tidak perlu dan memulihkan kerja sama ekonomi serta politik yang jauh lebih erat," ujar Gozi kepada The Guardian.

Juru bicara Komisi Eropa menegaskan Inggris adalah mitra yang dekat dan berharga. Namun, ia menyatakan pemerintah Inggrislah yang harus memutuskan arah hubungannya ke depan.

Serikat Pabean dan Pasar Tunggal Jadi Taruhan

Pejabat Uni Eropa menyambut perubahan nada Inggris, tetapi menegaskan London harus mendefinisikan sendiri keinginannya. Inggris dipersilakan bergabung dengan serikat pabean atau pasar tunggal melalui keanggotaan Wilayah Ekonomi Eropa.

Bergabung dengan serikat pabean berarti Inggris harus selaras penuh dengan kebijakan dagang dan tarif Uni Eropa. Sementara keanggotaan pasar tunggal menuntut penerimaan kebebasan bergerak manusia, barang, jasa, dan modal.

Isu ini menjadi krusial karena kebijakan Made in Europe berpotensi mengecualikan teknologi bersih dan kendaraan listrik Inggris dari program subsidi serta kontrak publik Eropa. Prancis tercatat sebagai penentang paling keras pembukaan kebijakan itu bagi negara di luar blok.

KTT Uni Eropa-Inggris Dijadwalkan Akhir Tahun

Uni Eropa dan Inggris dijadwalkan menggelar KTT di Brussels pada paruh kedua November. Tanggal pastinya diperkirakan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Pertemuan tahunan itu sempat ditunda setelah pengunduran diri Keir Starmer. Pemerintahan Burnham menjadikan penyelesaian isu Made in Europe sebagai prioritas utama.

Namun, sejumlah sumber Uni Eropa menyebut persoalan tersebut kemungkinan besar tidak akan tuntas dalam KTT. Brussels belum menyepakati posisi internal soal teks legislasi kuncinya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua